Archive for January, 2007

New haircut!!

Monday, January 29th, 2007

bwahahhaa.. gw keracunan TV dan mode urban… ckckckc… kalo ada yg liat poto gw dengan gaya mohawk di foto gallery, itu gaya-gayaan ajah, my daily hair-style ga se-extreme itu (dulu…)

kmaren gw dateng ke salon… bwah… my first creambath and my third times i go to hair stylish.  rambut gw digondrongin dari sebelum hari raya, udah sekitar 6 bulan ga pernah dipotong cepak, jadinya masih kelihatan  panjang dan lebih gampang dipotong sesuai selera, mau cepak, atau mau style lainya.

akhirnya gw putuskan untuk mencoba style agak extreme (bwat gw yg ga modis inih) rambut depan dipony, agak blakang dikit di mohawk, dan rambul belakang kepala dibiarin panjang sampe tengkuk.

komentar pertama, dari indra temen kerja gw: lu blom mandi? rambut lu lucu…

komentar kedua, dari dudy temen gw: wah mas ini gaya rambutnya itu lho… aduh..

lah… sampe tulisan ini naek cetak blom ada cewe yang kasih komentar… :(

kalo gw ngaca ada perasaan geli liat gaya rambutku yang mirip2 gabungan antara stupa dan biarawan hindu di pelem Mahabarata yang ditayangin TVRI jaman2 gw sd. kayak ada kuncung di kepala gw…

tapi pede aja deh.. hahah latian mengikis rasa malu.. :D

Novel…

Sunday, January 7th, 2007

gw lg bikin novel… blm penting mau bagus apa nggak, mau terbit apa nggak, yang penting jadi ajah… ini petikan pembukanya, kasih komen yha kira-kira idenya bagus apa nggak?

 

———————————————****———————————————-

Gw punya seorang pacar, yeah pacar, I love her, that’s the
most important thing.

I do almost anything for her, but gw bukan pengemis cinta,
pada satu titik gw ga mau kompromi.

Gw juga percaya pada kualitas seseorang akan membuat qt
mencintai dan tidak terasa bosan bersamanya, ada orang-orang yang memilih
kecantikan sebagai parameter utama menghitung kualitas seorang wanita. Tapi aku
memilih untuk menilai apa yang ada didalam kepalanya dan apa yang bisa
diucapkanya sebagai parameter utama, gw seneng cewe yang smart dan cewe yang
diplomatis, karena 70% hidup kita adalah kompromi.

Buat gw perdamaian lebih menyenangkan dibanding kemenangan,
prinsip ini memberikan gw kesabaran extra untuk tidak menuntut terlalu banyak
dan berusaha memahami setiap perbedaan. Kompromi bukanlah hal yang susah untuk
gw lakukan, apalagi untuk orang yang sangat gw cintai. Tapi sekali lagi gw pada
satu titik ga mau kompromi.

Ada

saat-saat kita saling ngotot mempertahankan pendapat dan kemauan masing-masing,
pada saat itu kita faham, kompromi bukan merupakan pilihan, sering pada
akhirnya kita berjalan masing-masing tanpa saling tergantung, terkadang pula
kita memutuskan untuk tidak melakukanya sama sekali, status quo.

Saling menghitung dan membandingkan pasangan adalah
permainan yang berbahaya, tapi kita tidak pernah bosan untuk memainkanya,
terkadang pasangan kita maklum dan hanya diam saja, terkadang pula dia
membantah dengan halus, tapi kita selalu berusaha untuk tidak meledak.

Ada

naluri untuk
mempertahankan tensi emosi pada satu level yang aman, walau terkadang kita
bermain-main di gerbang batas antara emosi, amarah dan murka.

Kompromi adalah pengorbanan dan kesabaran, diperlukan
pengendalian emosi yang sangat kuat dan pengorbanan tanpa batas. Sejauh mana
kita bisa berkompromi tergantung sejauh mana kita mencintai pasangan kita,
sejauh mana keinginan kita untuk selalu bersamanya, dan sejauh mana kita
memandang masa depan denganya.

Kita sepakat untuk menyediakan wadah yang cukup besar untuk
menampung setiap titik-titik kompromi yang menetes dari setiap keputusan yang
kami ambil. Pada level tertentu, kami berusaha mengosongkan wadah tersebut
dengan melakukan revitalisasi hubungan, bisa dimulai dengan hal-hal kecil,
seperti jalan-jalan, curhat, membuka diri, saling bertanya-jawab, dan saling
memaafkan.

Setiap masalah yang muncul adalah olahraga untuk hati kami,
pemanasanyan saling tidak mau mengalah, latihan intinya saling menyalahkan, dan
pendinginanya adalah saling memaafkan.

Kata-kata maaf selalu meneduhkan hati kami, rasa bersalah
adalah tanggung jawab atas kesalahan yang terjadi, kemauan untuk menyelesaikan
masalah dan berusaha untuk tidak lari adalah kesadaran kami untuk terus
bertahan, karena kami tahu, hidup ini terlalu singkat untuk dilalui sendirian.

Manusia diberikan kemampuan untuk memilih yang sangat buruk,
terkadang untuk mengetahui pilihan kita benar atau salah, kita harus memilih
dahulu baru jawaban akan kebenaran itu muncul kemudian. Kita sepakat untuk
tetap berhubungan baik walaupun harus memilih untuk berpisah. Bwat gw dya
adalah salah satu dari sedikit orang yang telah berusaha dengan tulus mengerti
gw, jadi kalau ada saat-saat gw harus curhat dan mencari jati diri, dia adalah
orang yang tepat untuk dimintai nasehat.

Inilah kisah gw…..

———————————————****———————————————-

so far masih blom ada wujudnya nih novel, but ide dasarnya sih "kompromi", ceritanya berfokus pada  kejadian sehari-hari (daily basis problem) ga filosifis2 banged,  tell me whad you thinking guys… :D